AJI-UPB Gelar Nobar dan Diskusi Jurnalisme Investigasi

AJI-UPB Gelar Nobar dan Diskusi Jurnalisme Investigasi

Berita, Kegiatan Tak ada komentar pada AJI-UPB Gelar Nobar dan Diskusi Jurnalisme Investigasi

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak bekerjasama dengan Universitas Panca Bhakti (UPB) menggelar nonton bareng (nobar) dan diskusi dengan mengundang mahasiswa sejumlah perguruan tinggi di Kota Pontianak, terutama lembaga pers mahasiswa di Ruang Sidang rektorat UPB, Sabtu (1/12/2018).

Film yang diputar adalah Dokumenter Jurnalisme Investigasi produksi Watchdoc Documentary. Dari 5 Seri yang diproduksi, AJI memilih dan menayangkan Seri 1 & 4. Seri 1 berisi tentang Sejarah & Perkembangan JURNALISME INVESTIGASI SERI #1 -SEJARAH & PERKEMBANGAN-  dan Seri 4 tentang Metode Penelusuran  JURNALISME INVESTIGASI SERI #4 -METODE PENELUSURAN- . 

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor UPB Pontianak, Dr Purwanto. Dalam sambutannya, Ketua AJI Pontianak, Dian Lestari menilai lembaga pers kampus adalah sarana strategis mahasiswa dalam menuangkan ide-ide membangun, juga menjadi corong perubahan mahasiswa dalam ideologi para mahasiswa yang terkenal idealis tersebut.

Apalagi, jika informasi dikemas dalam tulisan investigasi dengan sajian data dan fakta yang menarik. Jika jurnalis bisa melakukannya, ia yakin mahasiswa yang tergabung dalam pers kampus pun bisa melakukan hal serupa.

Suasana nobar dan diskusi berjalan cair dan santai. Peserta yang terdiri dari mahasiswa ini duduk melantai dengan ‘nyaman’ sambil menyimak berbagai uraian menarik narasumber. Mereka umumnya sangat ingin menjadi pewarta yang berani menyajikan fakta menarik, baik seputar kampus hingga masalah publik di sekitar mereka.

Ini juga yang diharapkan Rektor UPB Pontianak, Purwanto. Ia berujar akan menarik jika pers kampus terlibat aktif dalam sebaran informasi internal kampus maupun khalayak ramai.

Mahasiswa kata dia, adalah agen perubahan yang bisa dimanfaatkan untuk membangun perubahan itu sendiri, dimana hal itu dimulai di pers kampus. Apalagi dengan bantuan AJI Pontianak, pers kampus yang kredibel bisa menjadi acuan informasi dalam menggambarkan fakta-fakta menarik.

“Pastinya ilmu dari rekan-rekan AJI Pontianak bisa ditularkan kepada kami. Dengan mengusung konsep universitas padat informasi, kita ingin UPB melahirkan pers kampus yang berkualitas, begitu pun informasi yang disajikan,” ujarnya.

Peserta disajikan tontonan apik, film dokumenter yang menyajikan bagaimana perjuangan para jurnalis senior yang gigih mempertahankan idealisme media di tengah rezim yang mengintai saat itu.

Dalam film tersebut digambarkan bagaimana para senior jurnalis ini menggaungkan kebebasan pers hingga bagaimana menyajikan satu berita investigasi dalam tajuk berita. Bagaimana dengan berani mereka mengupas tuntas realitas fakta di balik perburuan berita investigasi yang melelahkan.

Nobar bertajuk jurnalisme investigasi menghadirkan dua narasumber dari AJI Pontianak, yaitu Aries Munandar dan Rudi Agus Haryanto. Dua orang ini adalah jurnalis senior yang memiliki rekam jejak untuk berita-berita investigasi.

Rudi Agus Haryanto yang merupakan Redaktur Kapuas Post ini membagi tips menarik bagi pers kampus yang ingin menyajikan berita investigasi, dan hal itu bisa dimulai dari lingkungan sekitar.

“Isu-isu menarik bisa ada di sekitar kita. Saya yakin akan banyak tapi untuk menyajikan dalam bentuk investigasi akan memakan waktu, komitmen tinggi, dan kesabaran yang besar. Namun, kembali lagi jika ingin memaparkan fakta menarik, yaa itu butuh komitmen dan perjuangan tapi saya yakin hasilnya akan manis,” kata Rudi Agus Haryanto.

Sama juga diungkapan mantan jurnalis Media Indonesia, Aries Munandar, yang saat ini memilih freelance untuk sejumlah media. Kata dia, sajian berita investigasi umumnya penuh resiko dan tak jarang menyerempet bahaya.

“Tapi hasilnya akan sagnat menarik, berita investigasi yang disajikan akan mengundang banyak perubahan karena akan ada fakta yang terungkap di situ. Kembali kepada media dan jurnalisnya apakah akan menyajikan fakta sebenar-benarnya dalam bentuk investigasi atau tidak. Butuh komitmen, biaya yang tidak sedikit dan waktu yang terkuras. Namun, jika mampu menyajikan itu, pastinya itu suatu prestasi yang membanggakan,” kata Aries Munandar. (*)

Author

Leave a comment

Search

Back to Top