AJI Pontianak-UNICEF Ajak Jurnalis Pahami Campak dan Rubella

AJI Pontianak-UNICEF Ajak Jurnalis Pahami Campak dan Rubella

AJI Pontianak On Media, Berita, Berita AJI, Foto, Kegiatan

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak bekerjasama dengan Unicef menggelar editor media dan pelatihan jurnalis untuk kampanye imunisasi MR di Kalbar 2018.

Kegiatan dilaksanakan tiga hari. Hari pertama digelar Senin (6/8) di hotel Santika yang dikhususkan untuk editor.
Sementara Selasa-Rabu (7-8) giliran jurnalis yang mendapat pemahaman tentang masalah measles rubella ini.

Dalam pelatihan tiga hari tersebut, para editor dan jurnalis lokal Kota Pontianak akan mendapat berbagai sudut pandang tentang MR ini, baik dari Dinas Kesehatan Kalbar yang dipaparkan langsung oleh Andi Tjup dan sejumlah staffnya. Praktisi anak yang diwakili Dr. Nevita hingga pemaparan langsung dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar, Basri Har tentang pro kontra masalah MR ini.

Dalam sambutannya, Ketua AJI Pontianak, Dian Lestari, mengungkapkan melalui media training editor dan pelatihan jurnalis ini diharapkan seluruh editor dan jurnalis dari media cetak-elektronik dapat lebih memahami isu rubella ini.

“Ini menjadi soalan bersama yang harus dipaparkan jelas sehingg ada singkronisasi terkait persoalan MR ini baik media dalam mengedukasi masyarakat tentang hal ini, ” katanya.

Andi Tjup, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, mengungkapkan, masyarakat yang kuat adalah masyarakat yang sehat.

“Artinya bicara masalah kesehatan, pastinya masyarakat mau dengar, karena semua masyarakat mau sehat. Informasi kesehatan sangat ditunggu masyarakat. Bagaimana mengemas menjadi sesuatu yg menarik publik,” ujarnya.

Diakuinya informasi kesehatan masih belum maksimal, baik dari pihaknya maupun informasi media dalam menginformasikan sehingga masyarakat mencari sendiri, dan itu justru yang menyesatkan.

“Tugas kita memaparkan imunisasi campak dan rubella, kita akan transparan mengenai soal ini.
Masyarakat harus tahu imunisasi dan kita sebagai dinas memiliki kewajiban menjaga masyarakat untuk mendapatkan informasi sehat dan kita pun memiliki kewajiban untuk mengingatkan masyarakat untuk mau sehat,” terangnya.

Sementara Fungsional Epidemilogi Kesehatan Dinas Kesehatan Kalbar,
Antonius Prayogi menjelaskan pentingnya training ini karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Jutaan anak diimunisasi, jadi jangan sampai gagal karena anggaran sangat besar,” ujarnya.

Vaksinasi serentak campak Ribella ini kata dia merupakan tujuan pemerintah menyehatkan anak bangsa.

Perwakilan Unicef, Kinanti Pinta Kirana, berharap semua pihak bisa bersama-sama bergandeng tangan untuk menyukseskan program MR ini, mengingat pentingnya pemahaman yang menyeluruh agar publik pun paham.

“Media memiliki kekuatan besar dalam mempengaruhi pembacanya, yaitu masyarakat. Untuk kita berharap kerjasama yang baik dalam pelatihan ini agar informasi yang disampaikan menjadi edukasi bagi publik,” ucapnya. (*)

Author

Leave a comment

Search

Back to Top