AJI Pontianak Serukan Melawan Ketidakadilan

AJI Pontianak Serukan Melawan Ketidakadilan

AJI Pontianak On Media, Berita, Foto Tak ada komentar pada AJI Pontianak Serukan Melawan Ketidakadilan

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak serukan melawan ketidakadilan yang dialami perempuan Indonesia dalam peringatan Hari Perempuan Internasional di bundaran digulis Untan, Pontianak, Rabu (8/3).

Ketua AJI Pontianak, Dian Lestari dalam orasinya menyampaikan bahwa dalam memperingati hari perempuan internasional ini sebagai bentuk perayaan terhadap kesetaraan dan keadilan terhadap perempuan di semua bidang pekerjaan.

“Kami terus menyerukan keadilan, kesetaraan perempuan terutama Kalbar karena memiliki potensi sumber daya alam yang sangat luar biasa,” katanya.

Berdasarkan data Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kalbar sepanjang tahun 2010 hingga 2016, angka kekerasan seksual, fisik dan kekerasan verbal serta kasus penelantaran terhadap perempuan di Kalbar mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 misalnya ditemukan 21 kasus dan hingga akhir 2016 ditemukan 30 kasus yang ditangani di selter (rumah aman/perlindungan).

Pada momen peringatan Hari Perempuan Internasional ini terdapat delapan tuntutan AJI kepada pihak-pihak terkait agar bisa ditindaklanjuti.

“DPR menjadikan UU penghapusan kekerasan seksual sebagai paying hukum yang menjamin pemenuhan hak korban kekerasan seksual atas kebenaran , keadilan, pemulihan, dan jaminan atas ketidakberulangan,” seru Edho, Sekretaris AJI Pontianak dalam orasinya.

Dalam orasinya juga Edho menyampaikan bahwa perkosaan berkelompok, penganiayaan seksual disertai dengan pembunuhan perempuan karena mereka merupakan peristiwa kekerasan yang menarik perhatian publik di sepanjang tahun 2016. “Hal itu semakin menegaskan pentingnya pengesahan rancangan UU pengapusan kekerasan seksual,” ucapnya.

Selain itu dia juga menyerukan bahwa pemerintah wajib melindungi dan memulihkan para korban kekerasan seksual dalam rumah tangga (KDRT) dan juga Pemerintah tidak membuat produk hukum yang mendiskriminasikan perempuan.

Selain itu, katanya. Aparat penegak hukum juga harus menjerat para pelaku kekerasan seksual dengan hukuman maksimal agar dapat memberikan efek jera.

“Lembaga eksekutif, legislative dan yudikatif harus menghantikan pemiskinan terhadap perempuan-perempuan pekerja migran,” katanya.

Tak hanya itu AJI Pontianak juga menghimbau media massa untuk menerapkan jurnalisme empati dalam pemberitaan terhadap korban kekerasan seksual dan korban kekerasan dalam rumah tangga.

Lalu, AJI juga menyerukan perlindungan hukum yang setara bagi seluruh perempuan yang memperjuangkan tanah, adat, dan lingkungannya yang tergerus korporasi baik monokultur, ekspansi skala besar yang menghilangkan norma dan yang merusak adapt istiadat, perilaku keseharian dan budaya asli masyarakat. AJI berharap semua kalangan hendaknya bersama-sama menumbuhkembangkan kesadaran literasi media.

Aksi yang berjalan damai tersebut diikuti berbagai elemen organisasi dan LSM yang berasal dari berbagai wilayah di sekitar Kota Pontianak. (Gef)

Sumber Pontianak Post

Author

Leave a comment

Search

Back to Top