Polisi Pelaku Penganiayaan Terhadap Wartawan Harus Dipidana dan Dipecat

Polisi Pelaku Penganiayaan Terhadap Wartawan Harus Dipidana dan Dipecat

Berita, Berita AJI, Foto, Kegiatan Tak ada komentar pada Polisi Pelaku Penganiayaan Terhadap Wartawan Harus Dipidana dan Dipecat

Pers Rilis
Koalisi Wartawan Anti Kekerasan (KWAK) Sumatera Barat

Polisi Pelaku Penganiayaan Terhadap Wartawan Harus Dipidana dan Dipecat

Tak henti-hentinya kekerasan terhadap wartawan terjadi di Negeri ini. Pada Desember 2015 ini saja tercatat telah terjadi 2 (dua) kasus tindakan penganiayaan terhadap Wartawan. Kasus pertama terjadi di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, dan kasus kedua terjadi di Riau. Menariknya kedua kasus tersebut pelakunya berasal dari Kepolisian.

Kasus Soppeng, Sulawesi Selatan yang menjadi korban adalah Wartawan Tribun Timur, Abdul Azis Alimuddin dan Wartawan Koran Sindo, Jumadi Nurdin. Kedua wartawan ini menjadi korban pemukulan oleh Aipda Andi Sadik saat melakukan liputan kampanye akbar di lapangan Gasis, selain memukul , Aipda Andi Sadik juga mengancam akan membunuh Abdul Azis jika membesar-besarkan kejadian pemukulan itu.

Kasus Riau, yang menjadi korban adalah Wartawan RiauOnline.co.id, Zuhri Febrianto. Ia dipukul dengan tongkat dan pentungan di seluruh badan dan kepala serta diinjak-injak oleh beberapa orang anggota Shabara Polresta Pekanbaru pada saat melakukan peliputan kongres HMI di GOR Remaja, Riau. Akibat tindakan sewenang-wenang Shabara Polresta Pekanbaru tersebut, Zuhri mengalami memar dan luka pada bagian kepala.

Kedua kejadian di atas membuktikan bahwa, tindakan sewenang-wenang (Premanisme) anggota Kepolisian masih terjadi, mirisnya korbannya adalah wartawan yang secara tegas dilindungi oleh undang-undang ketika melakukan pekerjaan jurnalistik. Polisi dapat dikatakan gagal menjalankan tugas menjaga keamanan, karena secara langsung dari 2 (dua) kasus tersebut di atas, mereka telah memperlihatkan bentuk-bentuk pengangkatan terhadap undang-undang.

Atas 2 (dua) Kejadian di atas, Kepolisian RI seharusnya melakukan evaluasi terhadap pola pendidikan anggota kepolisian, karena secara langsung tindakan-tindakan premanisme tersebut telah mencoreng nama Kepolisian. Untuk itu sudah seharusnya Kepala Kepolisian menjatuhkan sanksi terhadap semua pelaku kekerasan terhadap wartawan yang pelakunya adalah anggota Kepolisian.

Sanksi yang dijatuhkan tidak cukup hanya sanksi administrasi maupun sanksi disiplin, karena tindakan mereka jelas-jelas merupakan tindak pidana, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 18 ayat (1) UU Pers, dan Pasal 351 ayat (1) Jo Pasal 170 KUHP, sehingga sangat layak para pelaku untuk diadili dalam proses peradilan umum, hal ini penting dilakukan untuk memberikan efek jera baik terhadap pelaku sendiri maupun terhadap anggota kepolisian yang lainnya.

Melalui rilis ini, kami perlu mendesak:

1.Kapolri untuk segera melakukan evaluasi terhadap proses pendidikan kepolisian, karena hingga saat ini Polisi yang humanis masih sebatas catatan dalam kertas;

2.Kapolri atau Kapolda harus memproses anggota kepolisian yang menjadi pelaku tindak pidana terhadap wartawan tribun timur, wartawan Koran Sindo di Sulawesi Selatan dan juga pelaku tindak pidana terhadap wartawan RiauOnline melalui peradilan umum, walaupun belum ada laporan dari korban, karena tindak pidana yang terjadi bukanlah merupakan delik aduan

3.Kepolisian harus menjerat pelaku tindak pidana menggunakan Pasal 18 ayat (1) UU Pers, dan Pasal 351 ayat (1) Jo Pasal 170 KUHP karena telah terjadi upaya dengan sengaja menghalang-halangi pers melakukan tugas jurnalistik dan dengan sengaja telah melakukan tindakan penganiayaan serta tindakan kekerasan terhadap wartawan yang sedang melakukan pekerjaan peliputan;

4.selain itu, terhadap pelaku harus dikenakan sanksi administrasi dan sanksi disiplin, karena telah melakukan tindakan sewenang-wenang diluar perintah undang-undang dan telah mencemarkan nama kepolisian, sanksi berat berupa pemecatan adalah sanksi yang terbaik untuk dijatuhkan.

Padang, 7 Desember 2015
Koalisi Wartawan Anti Kekerasan (KWAK) Sumatera Barat

Author

Leave a comment

Search

Back to Top